Archive for April, 2006

BANJIIRR

Friday, April 21st, 2006

YAH,INALILLAHI WA INNA ILAIHI ROOJIUN
mungkin cuma itulah yang bisa aku perbuat setelah mendengar bencana alam yang melanda daerahku.Parah menn ‘ katanya adekku aja SMP ku aja sampe ambruk.Alhamdulillah daerah dekat rumahku tidak parah cuma setengah meter mungkin.inilah kilasannyaumat, 21 Apr 2006,
Banjir Bandang Terjang Trenggalek
Suasana di Jl Soekarno-Hatta Trenggalek yang masih terendam air hingga kemarin sore akibat terjangan banjir bandang.

            

14 Tewas, Enam Hilang, Pasien Dua RS Diungsikan
TRENGGALEK
- Banjir bandang dan tanah longsor menenggelamkan Trenggalek Kamis dini
hari kemarin. Ini musibah terbesar dalam sejarah di kabupaten lintas
selatan Jawa Timur itu. Hampir seluruh Kota Trenggalek terendam.

Paling
tidak, 14 orang meninggal dunia, enam orang belum ditemukan, dan ribuan
rumah tenggelam. Banjir bandang itu mulai sekitar pukul 21.00 dan
"mengamuk" sekitar pukul 2 dini hari. Kota Trenggalek dan sekitarnya
langsung tenggelam. Air dengan deras mengalir dari gunung-gunung yang
mengepung kota itu.

Tujuh di antara tiga belas kecamatan di
Trenggalek terendam dengan ketinggian air satu hingga tiga meter.
Begitu dahsyatnya banjir itu, delapan desa di Kecamatan Bendungan
terisolasi. Hingga tadi malam, kawasan-kawasan tersebut belum bisa
diakses.

Air bah yang datang dengan deras tersebut membuat
warga Kota Trenggalek panik. Penduduk menyelamatkan diri. Situasi
semakin panik ketika listrik padam. Jaringan telepon lumpuh. Suasana
gelap gulita. Suara minta tolong memecah kegelapan kota.

Korban
tewas terbanyak terjadi di Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan. Di sini,
tanah longsor menguruk permukiman warga. Jumlah ini belum termasuk enam
korban hilang dan dua korban luka berat yang saat ini dirawat di RSUD
dr Soedomo, Trenggalek.

Kegiatan perkantoran, termasuk
pemerintahan, sehari kemarin lumpuh total. Banjir mencapai pendopo
Kantor Bupati. Di kawasan kota, toko-toko tutup. Pasar Pon dalam Kota
Trenggalek, yang menjadi urat nadi perekonomian, berubah jadi kubangan
berlumpur. Dagangan di pasar berupa kain dan bahan makanan tak bisa
lagi dimanfaatkan. Kerugian materiil dipastikan mencapai miliaran
rupiah.

Sejumlah saksi mata menyebutkan, tanda-tanda banjir
sudah muncul sejak pukul 21.00 saat hujan tiada henti mengguyur. Air
mulai naik. Pelan namun pasti, luapan Sungai Ngasinan dan Sungai Bagong
yang melintasi kota mulai merendam kawasan di sekitarnya. Warga lantas
mulai waspada. Hingga pukul 23.00, kondisi masih terkendali.

Memasuki
pukul 00.00, air bah besar mulai merambah kota. Sekitar pukul 02.00,
air dengan ketinggian 1 meter menerjang kota. Hanya dalam hitungan
detik, seluruh kota direndam air. Beberapa wilayah terendam hingga tiga
meter.

Kondisi itu kemudian meluas ke enam kecamatan lain yang
dilintasi Sungai Ngasinan dan Sungai Bagong. Musibah itu membuat jalur
utama transportasi dari arah Tulungagung-Trenggalek dan
Ponorogo-Trenggalek terputus total.

Salah satu penyebab banjir
bandang yang menenggelamkan Kota Kripik Tempe itu yakni jebolnya empat
tanggul sungai Ngasinan dan Sungai Bagong. Luapan air bah kiriman dari
Bendungan dan Tugu tak terkendali.

"Tanggul-tanggul itu jebol
akibat tidak kuat menahan beban debit air yang terus meningkat," jelas
Kabag Humas Pemkab Trenggalek Djoko Handono. Dia menyebut keempat
tangul yang jebol itu meliputi Tanggul Sungai Ngasinan, Tanggul Dawung
dan tanggul sungai yang ada di kelurahan Tamanan, Trenggalek.

Djoko menjelaskan hasil evaluasi sementara Satkorlak PBP menunjukkan
penyebab banjir adalah murni karena hujan lebat yang mengguyur daerah
pegunungan yang mengelilingi kota Trenggalek. "Masalahnya hutan-hutan
di Trenggalek saat ini dalam kondisi gundul sehingga fungsi resapan di
daerah lereng hilang," sambung pria yang akrab dipanggil Djohan ini.

Banjir
berangsur surut setelah hujan mulai reda pada pukul 03.00. Tapi, saat
air di wilayah perkotaan mulai turun, kondisi sebaliknya terjadi di dua
kecamatan lain yang lokasinya lebih rendah.

Banjir yang semula
melanda tengah kota Trenggalek ganti menimpa Kecamatan Pogalan dan
berlanjut ke Kecamatan Durenan. Banjir bandang itu terus terjadi hingga
berita ini diturunkan.

Bupati Trenggalek Soeharto menyatakan,
pihaknya sulit menyajikan data secara pasti dan akurat. Terutama
tentang kondisi di daerah tertentu, jumlah korban, serta jumlah
kerugian. Penyebabnya, banyak kawasan yang belum bisa didatangi tim
penolong gabungan dari TNI, Polri, maupun Satkorlak Pemkab. Dia
berjanji terus mendata jumlah korban manusia dan kerugian materiil
akibat bencana tersebut. Termasuk upaya pengerahan alat berat untuk
membantu tim SAR dan bantuan medis guna mengevakuasi korban jiwa maupun
luka-luka yang kini masih terisolasi di Kecamatan Bendungan.

Penyebab
banjir bandang itu, menurut Soeharto, adalah volume hujan yang sangat
tinggi dalam tiga hari terakhir. Ditambah lagi banyaknya hutan gundul
yang lokasinya berada di atas Kota Trenggalek.

"Bencana ini
terjadi akibat penggundulan hutan oleh para pembalak liar. Karena itu,
begitu hujan lebat turun di daerah atas (pegunungan, Red), air turun
hingga sungai-sungai yang ada meluap sampai ke permukiman warga," kata
Soeharto yang ditemui di pendapa.

Banjir bandang terbesar dalam
sejarah Trenggalek itu mendapat perhatian Gubernur Jawa Timur Imam
Utomo. Sekitar pukul 14.00, gubernur tiba di Trenggalek. Pemda Jatim
menyerahkan sumbangan uang tunai Rp 150 juta dan beras 50 ton. Keluarga
korban yang meninggal dibantu Rp 2,5 juta.

Pasien RS Diungsikan

Banjir
bandang yang menerjang Trenggalek memang tak pilih kasih mencari
sasaran. Dua rumah sakit di tengah kota itu pun tak luput dari serangan
air bah. Sejumlah pasien di RSUD dr Soedomo dan RS Mardi Mulia terpaksa
diungsikan.

"Saya ke rumah sakit ingin sembuh. Gara-gara
banjir semalam, kondisi saya semakin parah," kata Lamini, pasien di RS
Mardi Mulia yang menderita luka parah di tangan dan pelipis mata
kirinya karena kecelakaan, ditemui di penampungan.

Lamini
adalah satu di antara belasan pasien di RS Mardi Mulia yang diungsikan
ke lantai dua kantor Pengadilan Agama (PA) Trenggalek yang berdekatan
dengan rumah sakit itu, ketika banjir datang dini hari kemarin.

"Ndak
apa-apa luka saya lebih parah, tapi bisa sembuh, daripada saya mati
tenggelam," ujarnya. Wanita 45 tahun itu benar-benar tak menyangka,
tempat yang dianggap sangat aman dan bisa menyembuhkannya malah
menambah parah lukanya.

Dia lantas menceritakan tragedi yang
dialaminya. "Malam itu, saya melihat jam menunjukkan pukul 22.00. Saya
terbangun karena mendengar hujan turun sangat deras," cerita Lamini,
sesekali meringis kesakitan, sambil memegangi mata kiri yang jahitan di
pelipisnya terbuka.

Di tengah guyuran hujan deras, lamat-lamat
Lamini mendengar teriakan orang-orang di luar rumah sakit. "Saya
dengar, ada orang yang berteriak agar semua penghuni rumah sakit segera
keluar menyelamatkan diri," ceritanya. Beberapa saat berselang, Lamini
melihat air mulai masuk ke tempat dia dirawat. Hal itu membuat perawat
dan dokter yang bertugas dini hari panik. Saat itu, lampu PLN mati
sehingga rumah sakit gelap.

Satu per satu pasien diungsikan
keluar. "Ketika saya digotong keluar, saya melihat air mengalir deras
masuk rumah sakit. Saya kesakitan ketika digotong. Saya merasa melewati
terjangan air," ceritanya.

Kondisi di Mardi Mulya berbeda
dengan di RSUD dr Soedomo. Rumah sakit milik pemerintah itu tak sampai
mengungsikan pasiennya ke tempat lain. Tapi, cukup dibawa ke lantai
dua. Sayang, daya tampung di lantai dua tidak mencukupi.

Itu
terlihat, tidak semua pasien dari lantai satu berada di dalam ruangan.
Sebagian berada di luar. Yang berada di dalam hanya pasien parah,
anak-anak, serta bayi yang baru melahirkan.

Kondisi tersebut
diperparah dengan listrik padam hingga kemarin sore. Beberapa obat
seperti vaksin dan obat lainnya juga rusak. Gara-gara listrik padam,
tujuh pasien di rumah sakit tersebut dilarikan ke RSUD dr Iskak
Tulungagung. Mereka adalah pasien yang akan dioperasi.

Listrik
di RSUD dr Soedomo padam karena air bandang masuk ke seluruh ruangan,
termasuk ke apotek. "Semua ruangan yang ada di bawah terendam, termasuk
ruang obat," ungkap Plt Direktur RSU dr Soedomo dr Sardjono kemarin.

Dari
pantauan Radar Tulungagung (Grup Jawa Pos), situasi di RSU dr Soedomo,
hingga kemarin sore, masih amburadul. Ruangan UGD, ICU, kamar bersalin,
paviliun seperti Seruni dan Raflesia masih terendam air bercampur
lumpur.

Tak pelak, hal itu membuat beberapa perawat dan dokter
di bergotong-royong membersihkan lumpur di dalam ruangan. Akibat
banjir, selain obat-obatan, beberapa alat di ruang Radiologi juga
rusak. "Mungkin rontgen ini rusak karena tergenang air setinggi 1,5
meter," jelas salah satu perawat.

Ketika air bah masuk ke RSU dr
Soedomo, Sulopo punya cerita menarik. Saat itu, dia sedang menunggui
istrinya, Wijiastutik, 46, yang dirawat karena kanker payudara. "Saat
banjir, saya panik. Saya menggendong istri saya keluar ruangan. Tapi,
oleh perawat, pintu saat itu dikunci dari luar," katanya. "Terpaksa
kaca jendela saya pecah. Saya membawa istri saya keluar ruangan lewat
jendela menuju lantai dua," jelas Sulopo, warga Desa Sobontoro,
Tulungagung. Gara-gara memecah kaca jendela, tangan kanannya berdarah.

"Saya
sangat panik. Karena air yang masuk rumah sakit sangat deras, saya
melihat ada beberapa pasien dan keluarganya yang hampir terpeleset,"
ujar pria 45 tahun ini. (des/abdul aziz wahyudi/jpnn)

Hari yang….

Friday, April 21st, 2006

21 April 06
Hai,lama banget aku gak update blog ini
Ya itu semua karena kesibukan yang tidak ada sibuknya ini<maksudnya apa?.>.Ya pokoknya gitu lah dalam minggu-minggu ini aku jadi orang yang sok sibuk.Padahal juga sebenere gak sibuk2 amat.yach kesibukanku yang tidak jelas itu semua membuat aku jadi agak eror or gimana gt”.Contohnya tadi pagi,waktu brangkat kuliah.Dari pagi aku udah semangat buat tidak telat,ya kan lumayan juga kan kalo dalam sebulan telatku bisa berkurang jadi 20 hari gitu”(padahal 1 minggu cm 5 hari kuliah)
     Dengan semangat baruku ini aku yakin gak akan telat cos ini masih jam 7 yang ditunjukin oleh jam hpku,itu tandanya aku masih punya 10 menit lagi cos jam di hpku udah ku set lebih 10 menit dari jam kampus.Ketika aku masuk gedung kuliah kulihat lift yang"nyala".tumben banget cos biasannya gak nyala walaupun dikasih baterai 3 biji(emang bisa??).Ya’ mungkin inilah hari yang menyenangkan.dan ketika aku masuk lift,aku agak sangsi gitu ama liftnya cos aku baru pertama kali make lift itu.Jangan-jangan ntar liftnya minta bayaran lebih gitu,kan bisa berabe.
Ketika kupencet tombol 4 dan kutunggu,kok agak lama ya”mungkin lift tua kali jadi jalannya juga lama.dan ketika berhenti itu juga liftnya gak seperti lift laennya.Ada bunyi "gruk..gruk.. gitu waktu berhenti.jangan 2 tali liftnya juga udah karatan lagi??!! Agghh bisa berabe donk.Tp akhirnya dengan doa dan harapan akhirnya aku nyampe juga lantai 4.Setelah kulewati lorong itu ada yang aneh”kok sepi??!.setelah kulihat ruang kuliah ternyata kok dikunci.hwalah apalagi ini?!
Setelah agak lama aku berfikir,merenungi kesalahanku yang mungkin meneyebabkan"karma" ini,aku menepuk dahiku dengan sukses”TANYA KENAPA?akuSALAH JADWAL.Ini bukan waktunya matkul Oceanografi tapi waktunya KALKULUS.Alkisah aku langsung ngacir dengan rasa malu pada lift tua yang rada lemot(LTYRL)yang telah mengantarku itu.kalo dia punya mulut pasti bilang "Cucian Deh lu" buseet kok bisa eror gini ya ??Mungkin karena minggu2 yang banyak kesibukan gak jelas ini.Yach mungkin aku perlu di install ulang kali OSnya biar gak eror kaya gitu lagi

selasa 11 aprill

Monday, April 10th, 2006

wah,wah
kita jumpa lagi.oh Ya kemaren tu tmenku si Alfan minjem bacaan kambing jantan karya Raditya Dika. yg berisi kumpulan blog gitu. Padahal adikku di rumah juga punya dari dikasih mas Malik,Tapi waktu itu aku blom sempet baca. ehh ternyata bagus bgt,apalagi yang pgen ketawa tapi gak bisa ketawa"he he.ini aku coba untuk memplagiat hal tersebut.ya itung2 dapet award gt.DARIMANA???
ini lagi kosong kul.critanya gini>>pagi2 sekitar jam 4 lebih 90 menit aku udah mandi.Tumben yach"?
iya dink.hari ini aku pgen ke kampus dengan kagak telat.Cos udah banyak dosen yg ngrasain"kebiadaban"ku itu.Setelah mandi ku gosok gigi’ ya iyalah.Trus nyiapin buku2 gt yang tertata rapi cos gak pernah dibaca,trus nyapu halaman ‘ehh enggak ding’trus denger musik.Tiba2 ada sesosok orang yang mengetuk pintu.dan jreng jreng..alfan yang kliatane baik"enggak ding emang baik"itu nawarin titip sarapan gak.ya iyalah.bak kucing kelaperan,aku langsung manggut2 dgn penuh percaya diri.
setelah sarapan kemudian aku beresin buku yang belum beres lagi,sambil dengerin radio,setelah agak lama gt,aku liat jam dan ya aloh,buseet.udah jam 7 lewat bro.Dengan sukses akupun telat lagi.telat sambil lari pagi bareng mas mohtar yang juga telat.Setelah berjuang mendaki gunung lewati lembah,akupun sukses tiba di kampus dengan tak kurang suatu apapun,cuma kurang isi dompet aja.Dan setelah aku tergopoh gopoh masuk kelas,ternyata dosennya kagak ada.gile benerrr
udah setengah hidup lari-lari tapi gak tau yang dikejar ternyata pulang kampung.SUKSES lah kita gak ada kuliah.Dan akupun juga happy,heh he

selamat ulang tahun

Wednesday, April 5th, 2006

SELAMAT ULANG TAHUN PIPIT
MOGA TAMBAH PINTER DAN TAMBAH NJEPRIT

Paradigma Demokrasi

Monday, April 3rd, 2006

Pada masa sekarang kita dihadapkan berbagai macam persoalan bangsa. mulai dari yang nyleneh sampai yang tidak penting.

tapi ironisnya bahwa semua masalah itu mengatasnamakan rakyat,mengatasnamakan demokrasi walaupun dalam prakteknya rakyat tteta[p saja hidupnya tidak berubah

mungkin ini semua disebabkan karena perbedaan konsep dalam memahami apa itu demokrasi dan apa itu untuk rakyat.

lalu bagaimana ?/? ya pikirkan!!

Paradigma Demokrasi

Monday, April 3rd, 2006

Pada masa sekarang kita dihadapkan berbagai macam persoalan bangsa. mulai dari yang nyleneh sampai yang tidak penting.

tapi ironisnya bahwa semua masalah itu mengatasnamakan rakyat,mengatasnamakan demokrasi walaupun dalam prakteknya rakyat tteta[p saja hidupnya tidak berubah

mungkin ini semua disebabkan karena perbedaan konsep dalam memahami apa itu demokrasi dan apa itu untuk rakyat.

lalu bagaimana ?/? ya pikirkan!!